Sabtu, 11 April 2009

Quick Cuont Vs Real Count

Quick Cuont Vs Real Count

Pemilu legislatif 9 april lalu telah berlalu, dan beberapa lembaga survei hasil pemilu telah
melakukan Quick count atau perhitungan cepat yang dilakukan dengan cara mengambil data sempel
di berbagai daerah di Indonesia. Dan hasilnya ialah spektakuler, Partai Demokrat menang dalam
pemilu kali ini, sungguh hebat sekali, padahal demokrat baru ikutan bergabung dengan politik tanah
air ini pada pemilu 2004 lalu, tapi kini partainya pak SBY ini menjadi no. wahid di negeri ini.

Beberapa tokoh lain dari partai yang alin ramai-ramai berkilah bahwa hasil hitung cepat ini tidak
benar dan mensinyalir ini untuk kepentingan beberapa golongan dan mereka mempertanyakan dari
mana sumber dana hitung cepat ini berasal. Memang komentar miring mengenai hasil hitung cepat
seperti ini memang wajar terjadi, apalagi dari partai yang hasil versi hitung cepat ini nilainya jelek.
Tapi dari beberapa hasil hitung cepat di tahun 2004 ataupun di beberapa pilkada yang dilakukan di
Indonesia, kesalahan hitung cepat ini sangat kecil, praktis yang terdeteksi kegagalan hutung cepat
ini cuma ada pada Pilkada di Jawa Timur, itupun memeng karena hasilnya sangat tipis
perbedaannya hanya 0, sekian persen saja, jadi itu masih dikategorikan wajar saja.
Tapi bila kita cermati hasil pemilu ini, walaupun sang empunya pemilu yaitu KPU, belum
menetapkan hasilnya yang sah, tapi semua hasil hitung cepat menempatkan demokrat menjadi yang
terbaik menjadikan suatu pertanda, bahwa rakyat masih mengunginkan pemerintahan kali ini
berlanjut..

lanjutkan, ya memang itu yang diinginkan rakyat Indonesia kali ini, yaitu melanjutkan
pemerintahan yang sedang berjalan hingga minimal 5 tahun ke depan. Dan memang dalam pemilu
ada 2 pilihan yang ditawarkan kepad rakyat selaku pemegang kedaulatan yang mutlak, yaitu
lanjutkan atau perubahan atau bahasa kerennya Continue or Change, itupun yang terjadi di negara
sekelas amerika serikat yang rakyatnya lebih mengiinginkan perubahan terjadi, karena mereka
menganggap pemerintahan Bush gagal, dan sosok perubahan yang hadir adalah Obama, yang
kebetulan pernah sekolah di Indonesia dan kebetulan pula partainya sama dengan partainya pak
SBY (namanya doank).

Lanjutkan itulah segmen partai demokrat dan golkar, karena kedua partai ini adalah partai
pemerintah, dan di segmen ini demokrat yang menang karena begitu hebatnya figur pak SBY di
mata rakyat negeri ini, dan itulah yang menjadikan pak JK kalah.
Nah satu segmen lagi yang menginginkan perubahan diikuti oleh lebih dari 30 partai yang mereka
saling sikut,menjadikan PDIP gagal karena banyaknya saingan.

Huh, ditengah carut marut DPT yang ancur, ternyata selesai juga pemilu 9 april ini denga Demokrat
sebagai pemenangnya. Semoga Indonesia menjadi lebih baik. (amin)

AZ